Serba Serbi Pendidikan Dari Kacamata Wilayah Terdepan

0 692
Kondisi Sekolah SMA N 1 Lingga Utara, Lingga.
Foto; istimewa

Tanjungpinang (BestariNews) – Pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik lagi. Baik dari segi wilayah dan letaknya, pendidikan harus mendapat tempat yang layak bagi masyarakat, pendidikan tidak hanya harus berada di pusat perkotaan tetapi harus bisa mencakup wilayah-wilayah yang berada jauh dari pusat pemerintahan, masih banyak persoalan yang harus dihadapi pemerintah terkait pendidikan yang masing-masing dapat menempatkan skala prioritas berdasarkan pertimbangan dan perhitungannya sendiri terutama pendidikan yang berada di wilayah terdepan Indonesia.

 

Salah satunya Pendidikan di wilayah terdepan yaitu Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki 7 Kabupaten/Kota yang merupakan skala luas dalam pemerataan pendidikan. Selain pemerataan pendidikan yang menjadi faktor pendukung, ada dua hal yang membuat pendidikan di wilayah terdepan terhambat yaitu SDM dan Infrastruktur.

 

Sumber Daya Manusia yang mencakup pola pikir masyarakat terhadap pendidikan, kualitas, dan terkait potensial suatu wilayah dalam mendukung pendidikan. Sedangkan Infrastruktur yaitu terkait transportasi menuju sekolah, bangunan sekolah , sumber bacaan siswa, serta listrik di wilayah tersebut.

 

Dari kacamata berbagai wilayah tentang pendidikan, seperti yang disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UMRAH, mencakup berbagai daerah di Kabupaten/Kota seperti di Kabupaten Lingga, Lisdariani mengungkapkan pendidikan di wilayah Lingga tepatnya Lingga Utara, Pancur masih minim fasilitas, tidak terdapat perpustakaan umum, yang adanya di SMA dan SMP, fasilitas laboratorium kurang lengkap, meskipun sekarang listrik sudah 24 jam. Transportasi menuju sekolah masih menggunakan boat bagi yang menyebrang dari pulau yang terpisah sampai sekarang, kualitas guru dalam mulai membaik sesuai dengan kemampuan masing-masing dalam mengajar.

 

Selain itu pendukung pendidikan di wilayah lingga yaitu sumber daya alam yang masih terkontrol sehingga masyarakat masih bisa merasakan kekayaan laut seperti ikan, udang yang menjadi sumber potensial pendukung pendidikan.

 

Wilayah Kabupaten Karimun, menurut Indah Utari mahasiswa yang berasal dari Desa Sungai Sebesi, Kecamatan Kundur, Laut di daerahnya sudah terkontaminasi sehingga jarang mendapat asupan dari laut seperti ikan dalam menunjang pendidikan Infrastruktur.

 

Sekolah sudah mulai berkembang lebih baik, tenaga pendidiknya sudah memenuhi kriteria. listrik sudah memadai dengan adanya perpustakan dan transportasi ke sekolah yang sudah baik pula dan bangunan sekolah sudah tertata rapi.

 

Sedangkan di wilayah Kabupaten Bintan masih ditemukan kekurangan dalam SDM dan infrastruktur pendidikan sesuai dengan yang dituturkan oleh Nirda Ningsih di daerah Mantang. Tenaga pendidik masih kurang dan banyak guru yang mengajar tidak sesuai kemampuan, minat baca yang kurang karena tidak tersedia perpustakaan sekolah di daerah terebut. Masalah biaya pendidikan sudah teratasi dengan adanya dana BOS dari pemerintah. Asupan nutrisi dalam mendukung pendidikan saat baik karena wilayah Kabupaten Bintan yang terkenal akan lautnya.

 

Dari sudut kacamata wilayah yang berbeda seperti Kabupaten Anambas, yang dituturkan dari mahasiswa Anambas yaitu Hendri Mahardika jurusan IP di daerah Palmatak. Sekarang lagi genjar-genjarnya membangun pendidikan, seperti sekolah dan infrastrukturnya dan tenaga pendidik sudah terpenuhi diikuti listrik yang sudah 24 jam. Begitu pula pandangan masyarakat terhadap pendidikan saat ini baik dan antusias dalam memajukan wilayah Kabupaten Anambas sebagai Agrowisata.

 

Di wilayah Kabupaten Natuna sendiri , yang berhadapan langsung dengan negara tetangga masih sangat memprihatinkan apa lagi di Desa Pulau Laut, Saat ini di desa tersebut terdapat perpustakan tetapi tidak ada buku yang akan dibaca. Perhatian pemerintah masih kurang dalam membangun sarana dan prasarana pendidikan, masih banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengeyam pendidikan.

 

Selama ini pemerintah fokus pada pembangunan di wilayah perkotaan dan terkesan lebih banyak dikembangkan di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang. Oleh sebab itu banyak mahasiswa yang telah selesai kuliah tidak pulang kampung untuk membangun kampung sendiri.

 

Pendidikan merupakan hak dasar masyarakat di seluruh Indonesia tidak terlepas di wilayah perbatasan Negara Indonesia. Jadi dapat kita ketahui kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di kawasan perbatasan dan wilayah terdepan bisa memperburuk keadaan pendidikan di Indonesia sendiri karena wilayah terdepan mencerminkan kesejahteraan suatu negara.

 

Penulis merupakan Mahasiswa FKIP di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).

1. Nita Tri Handayani

2. Abdul Basit

3.Nicella

4. Zurima Estika

Leave A Reply

Your email address will not be published.