Peran Pemerintah Sangat Diperlukan Demi Kemajuan Pendidikan Di Daerah 3T

0 612
SD Negeri 016 Senayang, Kabupaten Lingga
Foto; istimewa

Opini (BestariNews) – Seberapa penting arti pendidikan bagi sebuah bangsa? Sangat penting. Telah kita ketahui bahwa memperoleh pendidikan yang layak adalah hak bagi seluruh warga Negara. Sesuai dengan tujuan Negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

 

Tanpa pendidikan yang baik, mustahil tercapai masyarakat madani dan menjadi bangsa yang maju. Tetapi, kondisi di Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan yang layak belum terwujud secara menyeluruh, mutu pendidikan, baik dari segi Sumber Daya Manusia, dintaranya tenaga pendidik, siswa serta masyarakat dan segi Infrastruktur diantaranya, Transportasi, Bangunan, Buku bacaan, perpustakaan dan sumber listrik, maupun anggaran peningkatan pendidikan, antara pusat dan Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) begitu memprihatinkan.

 

 

Dapat kita lihat khususnya di Provinsi Kepulauan Riau pada Tujuh Kabupaten/Kota yang ada, pendidikan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau ini masih tergolong sangat rendah dimulai dari SDM maupun Infrastruktur yang ada. Untuk menjawab semua hal itu penulis mencoba mensurvei mahasiswa dari berbagai daerah di fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UMRAH dengan metode wawancara.

 

 

Dari hasil wawancara dengan beberapa orang narasumber itu, terdapat hal – hal yang menyedihkan dari hasil survei tersebut, menurut data yang di peroleh dari salah satu mahasiswa yang bernama, Bakti Ami Putra di Kabupaten Lingga khususnya di Desa Rejai, Kecamatan Senayang, sebagian besar penduduk disana perkejaannya adalah Nelayan, di sana sudah memiliki SD, SMP dan SMA, ia mengatakan bahwa dirinya adalah angkatan pertama yang lulus di SMA itu, artinya SMA tersebut baru ada sejak beberapa tahun yang lalu dan untuk transportasi mereka menggunakan Pompong agar bisa menuju sekolah, di sana sama sekali tidak ada angkutan umum, fasilitas seperti perpustakaan daerah pun belum ada hanya mengharapkan perpustakaan sekolah, hal ini yang menyebabkan kurangnya minat baca siswa bahkan yang memprihatinkan lagi listrikpun hanya ada pada jam 5 sore hingga jam 7 pagi dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore listrik padam.

 

 

Sementara itu, menurut Erma Wati mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Karimun, tepatnya di daerah Tanjung Batu, masyarakat disana sebagian besar perekonomiannya adalah petani, untuk transportasi disana sudah cukup baik dikarenakan disana sudah ada angkutan umum. Namun tenaga pendidikan nya masih kurang.

 

 

 

Pada daerah Kabupaten Bintan, menurut Ranu pendidikan masih kurang, dilihat dari fasilitas yang ada sepertihalnya listrik yang ada di beberapa daerah Bintan yang hanya menyala dari jam 6 sampai jam 11 malam, transportasi yang masih terbatas dan tenaga pendidikan yang kurang bahkan kurangnya perpustakaan sehingga minat baca dan kesadaran masyarakatpun belum sepenuhnya sadar akan pentingnya pendidikan.

 

 

 

Di daerah Kabupaten Natuna menurut, Ibad Fasilitas angkutan umum juga sudah memadai, namun masih saja hal yang memprihatinkan terhadap tenaga pendidikan yang masih kurang serta fasilitas infrastruktur yang kurang memadai seperti listrik, masih kurang, di sana ada yang listriknya hanya hidup dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi saja, bahkan perpustakaan juga kurang di sana.

 

 

 

Sedangkan di beberapa daerah Kota seperti Batam dan Tanjungpinang perkembangan pendidikan sudah mulai memadai, menurut survei di dua Kota itu perekonomian penduduk di sana bekerja kantoran dan berdagang, bahkan ada juga yang bekerja di perusahaan-perusahaan Asing. Untuk transportasi sudah ada berbagai macam angkutan umum yang mempermudahkan akses menuju sekolah. Di sana juga sudah ada beberapa perguruan tinggi bahkan di Batam juga sudah ada perguruan tinggi untuk program S2 hal ini menunjukkan perkembangan masyarakat di kota sangat baik dalam pandangan pendidikan dikarenakan pendidikan di kota sangat berkembang pesat infrastruktur yang memadai bahkan di dukung dengan adanya perpustakaan-perpustakaan yang mempermudahkan seseorang untuk mengakses ilmu lebih mudah dan perkembangan internet juga sudah mulai melaju pesat hal inilah yang dapat mempermudah seseorang untuk meningkatkan budaya membaca.

 

 

 

Penulis berpendapat dari hasil survei dari beberapa narasumber itu, bahwa bukan hanya Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur saja yang mempengaruhi pendidikan di Daerah 3T akan tetapi pemerintah dan masyarakat juga tak kalah penting perannya untuk kesadaran dan kemajuan pendidikan di daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal tersebut.

 

 

Penulis merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang.

1. Yully Amelia

2. Vonny Mei Reza

3. Eni fransiska

4. Jeki Simorangkir

Leave A Reply

Your email address will not be published.