Mahasiswa Desak Gubernur Kepri Turun Dari Jabatan

0 515
Puluhan mahasiswa pada saat melakukan aksi didepan Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jum’at (8/3), foto : Alamsyah/BestariNews.

Tanjungpinang (BestariNews) – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun didesak untuk turun dari jabatannya sebagi gubernur, apabila tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kepulauan Riau saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh puluhan mahasiswa yang melakukan aksi evaluasi pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jum’at (8/3).

“Kami mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk turun dari jabatannya sebagai Gubernur apabila tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kepulauan Riau,” tegas Rasyid salah satu koordinator aksi.

Rasyid juga mengatakan, apabila Gubernur Kepri tidak mau menjumpai masyarakat dan mahasiswa yang melakukan aksi di Kantor Gubernur, dirinya mendoakan Nurdin Basirun supaya tidak menjadi Gubernur pada periode selanjutnya.

“Selama ini masyarakat dan mahasiswa sering melakukan aksi tapi gubernur enggan menjumpai dsn kami mendoakan Nurdin Basirun tidak lagi memimpin Kepri pada periode selanjutnya,” ujar Rasyid yang disambut ucapan amin oleh puluhan mahasiswa yang ikut aksi.

Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan permasalahan – permasalahan di Kepulauan Riau yang harus diselesaikan oleh pemerintah Provinsi Kepri, diantaranya pemborosan anggaran untuk pembangunan Proyek Multiyer Gurindam XII dan permasalahan tambang bauksit ilegal di Kabupaten Bintan.

“Banyak Problematika yang terjadi di Kepualaun riau ini, kenapa Gubernur diam dan tidak ada tindakan serta kebijakan gubernur malah melenceng tanpa ada menyelesaikan permaslahan yabg ada saat ini,” tambah Rasyid.

Adapun tutuntan mahasiswa sebagai berikut :

1. MEMINTA PEMPROV KEPRI AGAR MENINJAU KEMBALI PEMBANGUNAN MEGA PROYEK GURINDAM 12 YANG LAHIR TANPA RAHIM KARENA TERLIHAT MENGANGKANGI PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2016 PASAL 2 DAN 6

2. KAMI MENILAI PEMBANGUNAN MEGA PROYEK GURINDAM 12 DENGAN PAGU ANGGARAN 530 MILYAR TERLIHAT TIDAK TEPAT SASARAN DENGAN KEADAAN PEMPROV KEPRI YANG MENGALAMI DEFISIT ANGGARAN

3. KAMI MEMINTA AGAR PEMPROV KEPRI UNTUK MENINJAU KEMBALI
DOKUMEN PEMENANG TENDER MEGA PROYEK GURINDAM 12 KARENA ADANYA TERINDIKASI PEMALSUAN

4. KAMI MENILAI PEMPROV KEPRI GAGAL DALAM MEWUJUDKAN VISI DAN MISI YANG TERTUANG DALAM RPJMD, TERBUKTI DARI DATA BPS TAHUN 2018 TINGKAT PENGANGGURAN PROV, KEPRI ADA PADA TINGKAT KE-4 NASIONAL DENGAN PRESENTASI 7,12 PERSEN

5. KAMI MEMINTA AGAR GUBERNUR KEPRI BERTANGGUNGJAWAB ATAS PEMBAGUNAN PROYEK GURINDAM 12 KARENA MERUGIKAN MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT

Diketahui mahasiswa yang melakukan aksi evaluasi pemerintah Provinsi Kepri tersebut tergabung daei dua organisasi yaitu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang dan Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) Tanjungpinang Bintan Batam.

Penulis : Lam

Leave A Reply

Your email address will not be published.