Ini Penjelasan Kuasa Hukum MA Terkait Dugaan Money Poltik

0 172

Tanjungpinang (BestariNews) – Sehubungan dengan dugaan money politik (politik uang) pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 yang diduga dilakukan oleh Calon Legislatif (Caleg) asal Partai Gerindra, MA, akhirnya kuasa hukum angkat bicara.

Kuasa Hukum MA, Hendie Devitra didampingi Sabri Hamri di Tanjungpinang, Senin (6/5) menyampaikan bahwa kliennya telah dipangil oleh Bawaslu Kota Tanjungpinang dan telah memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.

“Klien kami telah memenuhi undangan Bawaslu Kota Tanjungpinang dalam rangka penyelidikan terkait dugaan money politik yang diduga dilakukannya dan MA pun telah memberikan keterangan,” ujar Hendie.

Lebih lanjut, Hendie menyampaikan, bahwa dari klarifikasi yang telah disampaikannya, ternyata selama masa tenang, klien nya tidak pernah memberikan imbalan berupa uang kepada masyarakat.

“Klien saya tidak pernah memberikan uang kepada pemilih baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memilih dirinya sebagai calon anggota DPRD Kota Tanjungpinang. Dengan demikian klarifikasi ini sekaligus membantah pemberitaan selama ini”, tegasnya.

Menurut Hendie dari serangkaian penyelidikan yang sudah dilakukan dirinya belum melihat adanya bukti awal yang cukup terkait dugaan tersebut, masih terlalu sumir.

“Tidak dipungkiri dalam proses pemilu ada ongkos politik yang memang harus dikeluarkan oleh seorang caleg, tidak terkecuali klien kami, yang meliputi biaya saksi-saksi, biaya operasional tim atau relawan untuk suksesinya selama masa kampanye, yang jelas bukan ditujukan kepada pemilih untuk memilih dirinya apalagi di masa tenang,” jelasnya.

Meskipun demikian, lanjut Hendie kliennya (MA) akan menghormati proses hukum dan kooperatif, namun Hendie meminta kepada semua pihak agar menghormati hak-hak kliennya dan menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah, agar tidak menimbulkan fitnah, terhadap MA.

“Sebaiknya kita tunggu saja hasil penyelidikannya dari pihak yang berwenang,” tambahnya.

Terkait pemberitaan mengenai adanya saksi yaitu DP yang menerima uang dari MA, Hendie meminta kepada awak media untuk mengkonfirmasi langsung kepada penyelidik Bawaslu.

Ditemui terpisah, kuasa hukum DP, saksi yang diduga menerima uang dari MA, Sri Ernawati menjelaskan bahwa kliennya tidak pernah menerima uang pada masa tenang.

“DP tidak pernah menerima uang sebagai pemilih dengan tujuan untuk memilih salah satu caleg yang ikut pemilu baik langsung dari caleg maupun dari tim sukses caleg yang bersangkutan,” kata Sri Ernawati.

(red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.