Rahma Berharap Harga Sembako Dapat Dikendalikan Sebelum Lebaran

0 93

Tanjungpinang (BestariNews) – Jelang Lebaran Idul Fitri, diharapkan tidak ada lonjakan harga yang signifikan untuk Bahan Pokok (Sembako) di Kota Tanjungpinang.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma, dalam rapat rutin bulanan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah, Kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang Selasa (14/5).

“Inflasi Kota Tanjungpinang pada bulan April tahun 2019 masih stabil, dengan mencatat inflasi sebesar 0,16%. Data tersebut diperoleh dari Data Bank Indonesia perwakilan Kepri dan BPS Kota Tanjungpinang,” ujar Rahma.

Rahma selaku pemimpin rapat menjelaskan bahwa untuk perkembangan harga bahan komoditas bahan pokok di Kota Tanjungpinang saat ini masih tergolong stabil seperti yang telah disampaikan dalam rapat TPID sebelumnya. Ia mengatakan bahwa untuk menekan harga pasar selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, kita harus bekerja lebih keras untuk memantau perkembangan stok dan harga barang kebutuhan pokok.

“Jangan sampai masyarakat mengeluh dan menyalahkan Pemerintah atas harga yang melonjak tinggi tanpa terpantau oleh Pemerintah, dan selalu memperhatikan harga barang kebutuhan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kepri Gunawan juga menjelaskan hal yang sama, untuk saat ini inflasi di Kota Tanjungpinang masih terus stabil yang relatif rendah dibandingkan Batam dan bahkan Nasional.

“Ini merupakan suatu prestasi bagi Kota Tanjungpinang yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Gunawan juga menjelaskan bahwa ada faktor pendorong inflasi di Kota Tanjungpinang seperti dari kelompok bahan makanan, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok inti dengan peningkatan daya beli konsumen dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR) dapat mendorong perilaku konsumtif.

“Kota Tanjungpinang mencatatkan inflasi 0.16% (mtm) atau inflasi 2,37% (yoy) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,28% (mtm), namun lebih rendah dibandingkan April 2018 dengan inflasi sebesar 2,72% (yoy),” tambahnya.

Diketahui, Inflasi Tanjungpinang terutama bersumber dari Inflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,28% (mtm) dengan andil 0,18% (mtm), terutama disebabkan kenaikan tarif angkutan udara akibat permintaan yang cukup tinggi. Inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08% (mtm) dengan andil 0,02% (mtm), terutama didorong kenaikan harga minuman ringan. Sejak Tahun 2015, lnflasi Tanjungpinang mengalami tren menurun, namun tren peningkatan harga masih terjadi menjelang Hari Raya Besar Keagamaan (Lebaran dan Natal).

Sesuai data BPS, terdapat 100 komoditas mengalami perubahan harga, 60 komoditi mengalami kenaikan harga dan 40 komoditi mengalami penurunan harga. 60 komoditi yang mengalami kenaikan harga didominasi oleh kelompok sayuran seperti kacang panjang, sawi hijau, tomat buah dan bawang putih. Sedangkan 40 komoditi yang mengalami penurunan harga didominasi oleh kelompok ikan seperti ikan selar, sotong, ikan kakap merah dan ikan tenggiri.

Sementara itu, perkembangan harga pada bulan Mei 2019 ini terpantau terjadi kenaikan harga di kelompok ikan segar, sayuran, bumbu-bumbuan, daging ayam ras, daging ayam kampung, bahan makanan lainnya dan komoditi lainnya seperti sabun deterjen dan angkutan udara.

Diakhir arahannya, Rahma sangat mengapresiasi atas kerja keras TPID Kota Tanjungpinang yang sudah bekerja dengan baik dan maksimal dalam mengendalikan inflasi baik sebelum maupun sesudah Idul Fitri.

“Terimakasih atas kerja keras TPID yang telah memberikan kontribusi dalam mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang selama Ramadhan dan Idul Fitri, semoga dapat terus dijaga dan dikawal dengan baik hal yang sudah kita laksanakan ini,” tutupnya.

Penulis : Humpro
Editor : Alam

Leave A Reply

Your email address will not be published.