Warga Bintan Dihimbau Hati-Hati Bergaul Dengan Pengungsi

0 147

Bintan (BestariNews) – Kepolisian Resor Bintan, Kepulauan Riau menghimbau warga di daerah setempat untuk berhati-hati bergaul dengan para pengungsi yang ditempatkan di Bhadra Resort, Kelurahan Toapaya Asri.

“Terutama bagi wanita, silahkan bersosialisasi dengan para pengungsi, tapi tetap bentengi diri dengan agama dan waspada terhadap aliran-aliran seperti syiah karena isu sekterian itu dapat menghancurkan negara,” kata Kasat Intel Polres Bintan, AKP Yudiartha saat sosialisasi dan berdialog bersama warga di Aula Lurah Toapaya Asri, Bintan, Senin (1/7).

Yudiartha mengatakan, akhir-akhir ini banyak kasus yang terjadi antara pengungsi dan warga sekitar, terutama antara pengungsi laki-laki dengan beberapa orang wanita yang sudah berkeluarga hingga terjadi kasus perceraian karena perselingkuhan dan juga pelecehan seksual.

Beberapa wanita berumah tangga disekitar lokasi penampungan pengungsi itu kepincut dengan ketampanan pria-pria yang berasal dari sejumlah negara Timur Tengah tersebut, bahkan beberapa kali terjadi kasus penggerebekan oleh warga karena para pengungsi tersebut diketahui tidur sekamar dengan wanita berkeluarga saat suaminya tidak di rumah.

“Para pengungsi itu dapat berbaur dengan masyarakat, bahkan mereka bisa tidur dan tinggal di rumah-rumah para penduduk, sehingga tidak mustahil mereka bisa dekat dan saling jatuh cinta satu sama lain bahkan hingga menikah atau terjadi pelecehan seksual,” kata Yudiartha.

Sejumlah pemuda dan warga yang gerah dengan keberadaan para pengungsi itu bahkan sempat berencana akan main hakim sendiri, namun hal itu dapat dicegah oleh tokoh masyarakat dan pihak kepolisian.

Polisi juga menghimbau agar warga untuk tidak menikah dengan pengungsi jika hanya melihat paras tampan, badan kekar berisi. “Perlu ada perhitungan bila mereka nanti kembali ke negara mereka dan anak yang lahir akan kehilangan sosok ayah. Secara agama mungkin mereka Sah jika menikah, tapi bagaimana status hukum pernikahannya di negara kita itu patut untuk dipertanyakan,” jelasnya.

Yudiartha berharap masyarakat juga menyadarinya baik buruk bergaul dengan para pengungsi yang memang secara hukum dilindungi oleh undang-undang internasional.

“Keterbatasan personel kepolisian di Bintan dengan luas wilayah juga menjadi kendala kami, sehingga kami mengharapkan peran serta masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan dari “United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)” Melisa mengatakan jumlah pengungsi yang ditampung di Bintan sebanyak 453 orang yang terdiri dari 347 orang asal Afghanistan, 60 orang asal Sudan, Somalia 37 orang dan dari Pakistan 7 orang.

“Mereka ditampung sementara menunggu proses pemindahan ke negara ketiga,” ujarnya.(Red/Cr1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.