KPK Temukan 13 Dus Berisi Uang Di Rumah Dinas Gubernur Kepri

0 530

Tanjungpinang (BestariNews) – KPK melakukan penggeledahan di empat lokasi terkait kasus suap izin rencana reklamasi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. KPK menyita 13 tas dan kardus berisi uang rupiah dan mata uang asing.

Dari rumah dinas Nurdin, KPK mengamankan dokumen terkait perizinan reklamasi dan uang pecahan rupiah dan mata uang asing. Belum diketahui jumlah uang yang disita.

“Dari rumah dinas Kepulauan Riau, KPK menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas dan kardus berisi uang dalam mata uang rupiah dan asing. Kami sedang melakukan proses penghitungan terhadap uang tersebut,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (12/7).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka atas kasus izin rencana reklamasi, yaitu Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri Budi Hartono, dan dari pihak pemberi, yaitu Abu Bakar sebagai swasta.

Nurdin diduga menerima suap dari pengusaha bernama Abu Bakar. Jumlah suap yang diduga diterima Nurdin sebesar SGD 5.000 dan Rp 45 juta pada 30 Mei 2019 serta SGD 6.000 pada 10 Juli 2019.

Bila dijumlahkan dalam pecahan rupiah, totalnya sekitar Rp 159 juta. Bukan hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi yang totalnya lebih dari Rp 666 juta.

Hingga malam ini pukul 20.30 WIB tim KPK masih melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Gubernur Kepri yang bersebelahan dengan Gedung Daerah Tanjungpinang sejak pukul 10.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Effendri Ali juga memimpin anggotanya untuk membantu pengamanan selama tim KPK melakukan penggeledahan. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.