Presiden Mahasiswa UMRAH Ditahan, Puluhan Mahasiswa Hadir Di Polres Tanjungpinang

0 94
Puluhan mahasiswa hadir di polres tanjungpinang untuk mengawal proses hukum yang dijalani oleh Rindy selaku Rresiden Mahasiswa. (CR1/BestariNews.com)

Tanjungpinang (BestariNews)  – Aksi Solidaritas Mahasiswa lahir usai Rindy Afriadi sebagai Presiden Mahasiswa UMRAH bentang spanduk hitam di pelantikan DPRD Prov. Kepri di dompak.

Spanduk bertuliskan “Wakil Rakyat ingat janji pada rakyat” yang dibentangkan saat Pelantikan Anggota DPRD Kepri 2019-2024. (CR1/BestariNews.com)

Spanduk bertuliskan “Wakil Rakyat ingat janji pada rakyat” mengharuskan aparat amankan Rindy Afriady serta Heri Kurniawan ke Polres Kota Tanjungpinang. Pengamanan oleh aparat kepolisian memicu aksi solidaritas mahasiswa dari UMRAH atas pengamanan tersebut.

Pardomuan Situmorang, Menteri Sekretaris Mahasiswa UMRAH mengatakan kehadirannya di Polres Kota Tanjungpinang adalah bentuk solidaritas sesama mahasiswa.

Pardomuan Situmorang, Menteri Sekretaris Mahasiswa UMRAH. (CR1/BestariNews.com)

“Kami hadir untuk mengawal teman kami, jangan sampai ada intervensi hukum” ujarnya Senin (09/09).

Ia mengatakan, meski tidak ada konsolidasi sebelumnya akan dibentang spanduk hitam itu namun ia menyakini presiden mahasiswa melakukan atas dasar kebenaran.

“Jika ternyata mereka (Rindy dan Heri) terkena sanksi pidana, kami akan lakukan kajian untuk kami menentukan sikap,” tuturnya

Pengamanan atas Presiden Mahasiswa UMRAH hingga pukul 14.00 WIB itu akhirnya dilepaskan. (CR1/BestariNews.com)

Pengamanan atas Presiden Mahasiswa UMRAH hingga pukul 14.00 WIB itu akhirnya dilepaskan, Pihak kepolisian yang mengantarkan mereka keluar ruangan menjelaskan bahwa ini hanya bentuk pengamana dari mahasiswa agar dilokasi tidak terjadi polemik.

“ini hanya bentuk pengamanan polisi untuk tidak terjadi polemik di lokasi pelantikan, jadi jangan ada isu bahwa polisi mengekang mahasiswa” ujarnya.

Rindy Afriady menjelaskan, ia melakukan aksi itu untuk mengingatkan atas janji yang telah diucapkan sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Prov. Kepri

“Kita sudah ikuti pelantikan secara baik, memang tidak ada dibicarakan secara internal namun ini salah satu pilihan terbaik dibanding harus dilakukan aksi besar-besaran,” ujarnya

Ia menambahkan, ini hanya bentuk control sosial karena kita tau pada pelantikan itu ada 3 anggota DPRD yang tersangkut hukum, 2 kasus korupsi dan 1 rasisme.

“Jangan sampai setelah dilantik melupakan janjinya, dan jangan sampai setelah ini hukum malah semakin tumpul,” pungkasnya.(CR1)

Leave your vote

Comments

0 comments

Leave A Reply

Your email address will not be published.

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.